Friday, October 9, 2009

hemmmm

berpikir keras judulnya apa haha tapi gak nemuin judul yang pas, enaknya apa nih? iseng-iseng lagi bikin cerita kalo ada kesamaan nama, tempat dan cerita itu semua merupakan ketidaksengajaan hehe

udah beberapa minggu ini perasaan gw ga enak, karena di sekolah lagi ada gosip, kalo cowo yang gw sayang Doni jadian sama Cita kakak kelas gw kelas xii ipa 2.

> Di sekolah
"Vi, kamu udah putus sama Doni?" bang Alex penjaga sekolah bertanya kepadaku.
"ahh.. sok tau nih, abang tau darimana, aku masih jadian kok sama dia?" jawab Vivi.
"hemm... tapi kemaren abang liat si Doni lagi berduan sama Cita di kantin"
(dalam keadaan tidak percaya) "mungkin abang salah liat kali"
"iya kali ya. semoga langgeng ya sama Doni"

***

> Di kamar Vivi
Malam ini hujan turun, hujan itu menemaniku yang sedang termenung di jendela kamar, Vivi memikirkan kata-kata bang Alex yang ia katakan di sekolah tadi siang.
Aku pun menjadi bertanya-tanya apakah benar yang dikatakan bang Alex tadi? Apakah benar Doni seseorang yang kusayang tega mengkhianatiku, dengan bermain dibelakangku? Semoga ini hanya kabar angin saja, sekedar gosip yang akan menghilang, batinku. Aku mengambil pulpen dari tempat pensilku dan aku mencurahkan perasaanku saat itu

malam ini klalui tanpamu, rintik hujan yang turun membuatku teringat padamu, kau yang selalu ada di hati dimana setiap semua yang kita lalui, senang, sedih kita jalani berdua
namun.. kini kau menutup semua rasa yang ada
apa yang telah kuperbuat? dan apa salah diri ini?
ungkapkanlah segala rasa yang ada, ceritakanlah semuanya
hati dan diriku selalu terbuka hanya untuk dirimu

Vivi pun terlelap di dalam heningnya malam

***

> Keesokan harinya
"Sayang, bangun, udah pagi nak, mau tidur sampe jam berapa kamu?"
"hoammm.... bunda, ganngu aja nih"
"Minggu ini cerah lohh, anterin bunda belanja yuk Vi?" ajak bunda.
"yahhh.. males aku bun, bunda di temenin Dani aja ya? aku lagi pengen di rumah aja nih bun"
"yaudah, bunda pergi sama Dani aja, kamu mandi sana! jangan lupa sarapan, bunda udah buatin nasi goreng seafood kesukaan kamu"
"iya bunda? makasih ya bunda, love you banget deh bun, hati-hati dijalan yaa"

Vivi memutuskan untuk mandi dan langsung melahap makanan kesukaannya.
"huff.. bosen juga sendirian dirumah, sepi banget lagi nih komplek. Bunda sama Dani lagi belanja, Papa dinas ke Semarang. Oiaa, sms Doni aja, mungkin dia mau temenin aku cari teenlit terbaru favoritku di gramedia".
>sms Doni
"yank.. km lg ap? hari ni km ad acra gk? tmenin aq yuk! cari teenlit favorit aq. mau y?"
niit.. niit.. niit.. niit..
bunyi sms masuk, dari Doni
"aduh.. vi2 syg, mavin aq y? hari ni aq mw tmenin mama aq blnja, km g mrh kn?"
"iaud. gpp koq. mgkn lain wktu km bs tmenin aq yhh, salam bwt ma2h :)" Vivi membalas sms
"mksh yank, km pngertian bgt c sm aq :D"

yahh.. akhirnya Vivi pergi mencari teenlit favoritnya seorang diri tanpa ditemani Doni

***
> salah satu mall di Jakarta
yee. senangnya akhirnya ku menemukanmu teenlit kesayanganku, aku pun pergi ke kafe favoritku untuk membaca teenlit terbaru itu tak lupa ditemani secangkir vanila latte. Setelah puas membacanya, aku pergi ke disc tarra siapa tahu aku akan menemukan cd jazz kesukaan Doni. Di perjalanan menuju disctarra aku bertemu dengan 3 sahabatku Lia, Nela dan Santi.
"Vi, tumben lo jalan sendirian?" tanya Nela kepada Vivi.
"mana si Doni? biasanya dia nemenin lo" tanya Santi.
"iya nih, bosen juga sendirian tapi gw seneng dapet teenlit terbaru hehehe" (nyengir ga jelas)
"emang ya, dasar kutu buku lo, hobi banget sama yang namanya baca" kata Lia
"si Doni kemana? kok gak nganterin lo Vi?"
"dia lagi gak bisa, nemenin nyokapnya belanja" Vivi menjawab pertanyaan sahabatnya.
"percaya lo sama Doni? dia kan lagi di gosipin deket sama Cita kakak kelas kita itu" kata Santi
"wah,, bener juga tuh Vi. kalo bener gimana?" timpal Lia.
(Vivi tertunduk diam mendengar perkataan sahabatnya)
"ssstt... lo semua pada jahat banget ya sama Vivi. kasian kan Vivi jadi sedih gara-gara lo berdua"
(Lia dan Santi langsung meminta maaf kepada Vivi)
"Vi, maafin kita berdua ya? gw ga bermaksud buat lo sedih"
"iya, lupain aja kali, temenin gw ke disc tarra yuk? cari cd jazz kesukaan Doni. gimana?"
"yukk... marehhh" (jawab Lia, Santi dan Nela serempak)

***

> Di disc tarra
Vivi dan ketiga sahabatnya tanpa sengaja bertemu dengan seseorang yang tidak asing di mata mereka, Cita kakak kelas mereka yang terkenal dengan kelenjehannya.
"heii.. Citt... cari apa lo disini?" tanya Nela dengan nada yang sewot.
"heii.. semuanya, gw lagi temenin cowo gw nih cari cd kesukaannya." jawab Cita
"siapa cowo lo Cit? dia anak mana?" tanya Lia curiga
"cowo gw satu sekolah sama kita, sengkatan lo semua kok, kalian juga kenal sama dia"

tiba-tiba seorang lelaki merangkul erat pinggang Cita dengan mesra.
"sayang.. aku udah nemuin cd nya nihh"
"udah dapet cd nya yank? temen-temen kamu tuh" sambil menunjuk ke arah Vivi dan sahabatnya
(Doni terdiam ketika melihat Vivi diantara teman-temannya, panik dan langsung bercucuran keringat)
"Doni, jadi ini mama kamu? rambut mama kamu cepet banget ya panjangnya? bukannya seminggu yang lalu baru aku temenin potong rambut ya?" Vivi menahan air mata
"tunggu Vi, aku jelasin dulu semuanya ke kamu"
"apa yang mau lo jelasin hah? semuanya udah jelas, kita putus!" tak kuat menahan rasa sakit di dada, Vivi pun menitikan air matanya.
"haha.. emang ini yang gw tunggu-tunggu dari dulu"
Vivi tak menduga Doni akan berkata seperti itu, Vivi pun berlari keluar dari disc tarra."
"kok ada ya cowo kayak lo? heran gw" kata Santi
"sumpah lo tega banget sama Vivi, lo ga tau perasaan dia gimana?" tanya Nela
"gw kecewa sama lo! gw tau gimana rasanya jadi Vivi, dan ini yang pantes buat lo" kata Lia sambil menghampiri Doni dan melayangkan tangannya ke pipi Doni.
PLAKKK....!! plakk.. plakk.. Doni mendapatkan 3 tamparan dari ketiga sahabat Vivi.

***

Nela, Lia dan Santi memutuskan untuk mampir kerumah Vivi, mereka bertiga ingin menenangkan hati sahabat mereka.
"Vi, apa gw bilang? gw gak pernah bohong sama lo, gw udah pernah nyuruh lo putus sama dia, tapi..." kata Lia
Nela langsung memutuskan pembicaraan Lia "Li... plisss... jangan sekarang, kasian si Vivi, kita tenangin hati dia dulu"
"Doni.. jahat!! dia udah khianatin gw! kenapa gw harus kenal sama dia? tapi gw ga nyesel karena gw yang milih dia" Vivi berkata sambil menangis tersedu-sedu.
"Vi.. lo yang sabar ya? gw lemes, liat lo putus sama dia, gw kira lo bakalan awet sama dia padahal lo pasangan yang cukup serasi lhoo" kata Santi.
"yee.. aneh lo San, siapa yang putus, siapa yang lemes?" kata Lia.
"ckck.. kita emang harus kayak gitu Lia, berarti kita juga ikut ngerasain apa yang lagi dialamin si Vivi sekarang" kata Nela.
"makasih ya sahabat-sahabatku, makasih banget lo semua udah ada buat gw di saat gw lagi down kayak gini, gw sayang kalian semua"
"sama-sama, itu gunanya sahabat" kata Nela sambil tersenyum.
mereka ber-empat berpelukan.

***

> Di kamar Vivi
Vivi menuliskan kejadian hari ini di diary nya

dear diary,,
sekarang 11 mei 2008, aku putus sama Doni, dia khianatin aku diary, yang kukira semua ini hanya sekedar gosip, ternyata tidak, tapi semua ini adalah kenyataan, aku melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri, sakit rasanya hati ini, tapi aku sudah pasrah dan ku ikhlaskan semuanya, aku tidak boleh menyesal, karena memang aku yang memilihnya. SEMANGAT VIVI!! yaa, masih banyak cowo diluar sana yang menanti dirimu hahaha berarti kamu bebas Vivi, ya kamu bebas sudah tidak ada yang mengatur kamu lagi, kamu paling tidak suka diaturkan?
sambil menuliskan isi hatinya, Vivi mendengarkan radio dan pada saat itu lagu yang diputar adalah lagu audy-dibalas dengan dusta
"dimana perasaanmu??.......... inikah cara dirimu......... menyakitkan bila cintaku dibalas dengan dusta, namun mencintamu takkan ku sesali karna aku yang memilihmu"
Vivi pun ikut melantunkan lagu tersebut.

"melalui coretan yang kutulis ini, dengan tinta yang kubuang ini, menjadi saksi kekecewaanku padamu, atas semua yang telah terjadi, kau telah membuatku bertanya-tanya apakah benar kau sayang padaku? dengan setulus hatimu? ku selalu ragu akan isi hatimu... salah apakah diriku ini? mengapa kau tega melakukan semua ini kepadaku? mengkhianatiku? mungkin diriku ini memang tak pantas untuk memilikimu, menyayangimu dengan setulus hatiku"

kini masa-masa indah bersamamu tinggallah kenangan, semoga kau bahagia bersama Cita, janganlah kau menyakiti Cita seperti kau menyaktiku.